KASIR YANG BIJAK

Selama pandemi ini, saya sangat banyak mengurangi aktivitas bepergian. Keluar hanya untuk membeli bahan makanan sekaligus untuk beberapa hari. Seringnya saya hanya ke warung dekat rumah saja. Kali ini kebetulan ada tugas keluar, sekalian saya mampir ke sebuah supermarket.

Cukup ramai juga supermarket yang saya kunjungi ini. Terlihat antrian yang lumayan panjang di kasir. Entah memang urutannya antri untuk membayar atau sekadar ikut menunggu kerabatnya yang antri. Saya hanya bisa melihatnya dari luar. Satpam menutup akses masuk sebelum pengunjung yang di dalam berkurang. Menunggu hingga giliran diperbolehkan masuk.

Setelah bisa masuk, saya belanja sesuai kebutuhan dengan cepat. Tidak berani lama-lama berada di kawasan yang ramai. Segera menuju ke kasir. Menunggu dua  orang di depan saya. Beberapa saat setelah giliran saya, orang yang tadi pertama antri kembali. Menunjukkan struk dan uang kembalian yang menurutnya kurang jumlahnya. Tidak sesuai dengan yang tertulis di struk. 

Saya terpaksa menunggu si kasir menyelesaikan urusannya. Sempat terdengar nada marah pada orang tadi. Menuduh si kasir melakukan kecurangan. Masalahnya, dia sudah keluar dari supermarket cukup lama, baru kembali untuk komplain.

KASIR

Bisa jadi uangnya sudah dipakai untuk membayar yang lain juga. Kalau sudah begini, menurut saya ya keduanya salah. Sebagai kasir harusnya lebih teliti. Kalau kurang memberi kembalian, dia dianggap curang.

Tapi bila memberi lebih dari jumlah yang tertulis, dia harus mengganti juga. Dan sebagai konsumen yang baik, ikutlah meneliti barang yang dibeli saat di-scan harganya. Setelah selesai melakukan pembayaran, geserlah sedikit untuk memberi ruang pada antrian selanjutnya dan teliti lagi struk serta uang kembalian yang diterima.

Jadi bila ada kesalahan, belum pergi jauh dari kasir tersebut dan bisa segera diurus. Usahakan juga untuk menanyakannya secara baik-baik. Jangan langsung menuduh bahwa kasir itu berniat curang. Imbas dari banyaknya berita tentang oknum yang melakukan kecurangan seperti itu, bukan berarti semua kasir juga melakukannya. Bijaklah sebagai konsumen.***

Leave a Reply